DATA

Situasi Virus Corona (COVID-19)

Indonesia

Positif

1.626.812

Sembuh

1.481.449

Meninggal

44.172

(sumber data : covid19.go.id - terakhir update pada 22-04-2021 )

Banten

46.379 (Terkonfirmasi)

Dalam Perawatan

1.872

Sembuh

43.313

Meninggal

1.194

Kota Tangerang

8.697 (Terkonfirmasi)

Dalam Perawatan

212

Sembuh

8.314

Meninggal

171

(sumber data : infocorona.bantenprov.go.id - terakhir update pada 23-Apr-2021, 12:50)

Peta Sebaran Coronavirus COVID-19 Kota Tangerang





Suspek Dirawat     8

1020

Konfirmasi Total     22

8716


Konfirmasi Dirawat     1

212

Konfirmasi Sembuh     23

8334

Konfirmasi Meninggal     0

170



*sumber data : Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Tanggal 23 April 2021 10:00 WIB

Benda
Pajang 4 30 1 29 0
Jurumudi Baru 4 74 0 74 0
Jurumudi 6 86 1 85 0
Belendung 2 77 2 75 0
Benda 2 44 3 41 0
Total 18 311 7 304 0
Periuk
Sangiang Jaya 13 160 4 153 3
Periuk 15 118 0 118 0
Gembor 23 150 2 145 3
Gebang Raya 19 631 3 613 15
Periuk Jaya 4 87 0 85 2
Total 74 1146 9 1114 23
Cibodas
Jatiuwung 5 41 0 38 3
Uwung Jaya 21 86 3 83 0
Cibodas 24 123 1 119 3
Cibodas Baru 17 101 2 94 5
Panunggangan Barat 6 116 2 111 3
Cibodasari 36 275 3 268 4
Total 109 742 11 713 18
Jatiuwung
Gandasari 11 117 3 113 1
Jatake 3 66 3 62 1
Keroncong 12 125 2 121 2
Manis Jaya 3 66 0 66 0
Pasir Jaya 3 43 1 41 1
Alam Jaya 8 68 1 64 3
Total 40 485 10 467 8
Batuceper
Batujaya 2 22 1 19 2
Poris Gaga 14 45 0 42 3
Batusari 4 18 0 18 0
Poris Gaga Baru 2 24 0 23 1
Kebon Besar 4 24 0 24 0
Poris Jaya 3 29 1 28 0
Batuceper 8 56 2 52 2
Total 37 218 4 206 8
Karang Tengah
Pedurenan 19 50 2 47 1
Karang Tengah 13 89 0 88 1
Pondok Bahar 18 166 3 160 3
Pondok Pucung 6 41 2 38 1
Karang Timur 6 86 1 84 1
Parung Jaya 8 34 1 31 2
Karang Mulya 4 43 0 43 0
Total 74 509 9 491 9
Neglasari
Neglasari 8 60 2 56 2
Selapajang Jaya 1 80 2 77 1
Kedaung Wetan 5 64 1 63 0
Karang Sari 14 108 4 101 3
Mekarsari 6 36 0 35 1
Karang Anyar 5 51 2 48 1
Kedaung Baru 2 16 1 15 0
Total 41 415 12 395 8
Ciledug
Sudimara Timur 7 72 1 68 3
Sudimara Selatan 9 28 0 28 0
Paninggilan 18 105 3 101 1
Paninggilan Utara 10 106 3 102 1
Sudimara Barat 17 25 0 25 0
Tajur 8 105 5 97 3
Sudimara Jaya 13 36 0 34 2
Parung Serab 9 82 5 76 1
Total 91 559 17 531 11
Larangan
Kreo Selatan 10 69 1 67 1
Larangan Utara 15 118 8 108 2
Larangan Indah 13 82 4 77 1
Kreo 11 66 1 65 0
Larangan Selatan 8 112 2 108 2
Cipadu Jaya 14 60 5 55 0
Cipadu 12 108 4 103 1
Gaga 21 149 1 141 7
Total 104 764 26 724 14
Tangerang
Sukasari 13 111 8 99 4
Babakan 4 72 1 70 1
Cikokol 11 192 5 186 1
Tanah Tinggi 16 135 5 125 5
Buaran Indah 20 105 6 97 2
Sukarasa 4 28 2 26 0
Kelapa Indah 2 52 0 50 2
Sukaasih 6 25 0 24 1
Total 76 720 27 677 16
Cipondoh
Cipondoh Indah 14 67 3 57 7
Gondrong 12 55 0 53 2
Ketapang 8 29 1 28 0
Cipondoh 24 118 5 113 0
Poris Plawad 10 81 2 78 1
Petir 9 47 0 47 0
Cipondoh Makmur 14 124 0 119 5
Poris Plawad Indah 18 120 1 117 2
Poris Plawad Utara 10 62 0 61 1
Kenanga 9 72 0 71 1
Total 128 775 12 744 19
Pinang
Kunciran Jaya 4 16 2 13 1
Panunggangan 5 68 1 65 2
Kunciran Indah 23 203 17 184 2
Kunciran 12 82 3 77 2
Cipete 9 62 1 59 2
Pinang 17 120 2 115 3
Panunggangan Utara 11 162 3 157 2
Sudimara Pinang 8 91 6 85 0
Panunggangan Timur 2 2 0 2 0
Pakojan 2 21 0 21 0
Nerogtog 5 77 0 77 0
Total 98 904 35 855 14
Karawaci
Karawaci Baru 15 164 0 160 4
Karawaci 2 29 2 27 0
Gerendeng 7 92 3 88 1
Koang Jaya 6 36 2 34 0
Cimone Jaya 13 112 5 105 2
Margasari 22 51 2 46 3
Pasar Baru 4 28 0 27 1
Bugel 13 75 2 70 3
Bojong Jaya 9 43 1 41 1
Pabuaran 6 48 0 45 3
Nambo Jaya 0 70 1 68 1
Nusa Jaya 10 109 5 104 0
Sumur Pacing 1 45 0 45 0
Sukajadi 5 39 0 38 1
Cimone 11 121 3 118 0
Pabuaran Tumpeng 6 106 7 97 2
Total 130 1168 33 1113 22

INFO PENTING

Surat Edaran Nomor: 180/ 1580 -Bag.Hkm/2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pemabatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Kelurahan Untuk Pengedalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 443/Kep. 355-BPBD/2021 Tentang Perpanjangan Tahap Kedua Puluh Satu Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Surat Edaran Nomor : 180/ 1171 -Bag.Hkm/2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasisi Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penangan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Surat Edaran Nomor : 180/1208 -Hukum/2021 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 Surat Edaran Nomor:SE.03 Tahun 2021 Tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Surat Edaran Nomor:180/ 094 -Bag.Hkm/2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corono Virus Disease 2019 Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 05 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/Kep. 122 -BPBD/2021 Tentang Perpanjangan Tahap Keenam Belas Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Peraturan Walikota Tangerang Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Nomor 42 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Rukun Warga Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Surat Edaran Nomor : 443.1/231-Bag.Hukum/2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/Kep. 94 -BPBD/2021 Tentang Perpanjangan Tahap Kelima Belas Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Peraturan Walikota Tangerang Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Perubahan keempat Atas Peraturan Walikota Nomor 29 Tahun 2020 Tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kota Tangerang Surat Edaran Nomor : 443.1/27-Bag.Hukum/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegaiatan Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Peraturan Walikota Tangerang Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Perubahan Ketujuh Atas Peraturan Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kota Tangerang Surat Edaran Nomor : 420/5805 -Disdik Tentang Penundaan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka Di Lingkungan Pemerintah Kota tangerang Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 443/Kep.913 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Keempat Belas Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Tangerang Nomor 93 Tahun 2020 Tentang Perubahan Keenam Atas Peraturan Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) DI Kota Tangerang Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 443/Kep.817 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Ketiga Belas Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kota Tangerang Surat Edaran Walikota Tangerang Nomor : 800/2118 -BKPSDM/2020 Tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal baru Di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.214-Huk/2020 Tentang Penetapan Perpanjangan Pembatsan Sosial Berskala Besar Di Provinsi Banten Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/Kep.700 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Kesebelas Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Surat Edaran Nomor : 556/1089 - Pariwisata Tentang Pelaksanaan Kegiatan cara Resepsi Pernikahan dan Khitanan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di kota Tangerang KEPUTUSAN WALIKOTA TANGERANG TENTANG PEMBENTUKAN SATGAS COVID-19 KOTA TANGERANG Surat Edaran Walikota Tangerang Tentang Sistem Kerja Pegawai ASN Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan PEMKOT Tangerang Nomor 800/2118-BKPSDM/2020 Surat Edaran Walikota Tangerang Nomor : 800/2131. Bag.Huk/2020 Tentang Pembentukan Gugus Tugas/Satuan Tugas Penanganan Dan Penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Di Masing-Masing Lokasi Peraturan Walikota Tangerang Nomor 78 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Walikota Nomor 29 Tahun 2020 Tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Tangerang Nomor 70 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Nomor 29 Tahun 2020 Tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang PERATURAN WALI KOTA TANGERANG TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERWAL NO 29 TAHUN 2020 TENTANG PENGENAAN SANKSI TERHADAP PELANGGARAN PSBB Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 443/Kep.634 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Kesepuluh Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 443/Kep. 612 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Kesembilan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Tangerang Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Modal Usaha Kepada Wirausaha Pemula Di Kota Tangerang Tahun Anggaran 2020 Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/kep. 604 - BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Kedelapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid - 19) di Kota Tangerang. Peraturan Walikota Tangerang Nomor 58 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturam Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/Kep. 566 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Ketujuh Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.190-Huk/2020 Tentang Penetapan Perpanjangan Tahap Ketujuh Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Peraturan Gubernur Banten Nomor 34 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Banten Nomor 29 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 DI Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Keputusan Walikota Kota Tangerang Nomor : 445/Kep.320-DINKES/2020 Tentang Penetapan Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/Kep. 510 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Keenam Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Nomor 53 Tahun 2020 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Di Kota Tangerang Surat Edaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tentang Persiapan Pelaksanaan Pembukaan Restoran/Rumah Makan/Usaha Sejenisnya Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Peraturan Walikota Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Rukun Warga Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) Surat Edaran Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Surat Pernyataan Kesanggupan Mematuhi Protokol Kesehatan Penaganan COVID-19 Secara Ketat Di Rumah Ibadah Permohonan Surat Keterangan Melaksanakan Kegiatan Keagamaan Dengan Protokol Kesehatan Penanganan Covid 19 Surat Edaran Walikota Tangerang Tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan Cuti Bagi Aparatir Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Surat Edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Tentang Pelaksanaan Solat Ied Dalam Situasi PSBB KEPUTUSAN WALIKOTA NOMOR 29 TAHUN 2020 TENTANG PENGENAAN SANKSI TERHADAP PELANGGARAN PELAKSANAAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DALAM PENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DI KOTA TANGERAN Keputusan Walikota Tangerang Perpanjangan PSBB Keputusan Walikota Penerapan Kriteria Dan Mekanisme Pendataan Terdampak COVID-19 Himbauan PSBB Pelaku Usaha Peraturan Walikota tentang Pelaksanaan PSBB Keputusan Walikota tentang Pemberlakuan Pelaksanaan PSBB Panduan PSBB Kota Tangerang HIMBAUAN INDAGKOP DAN UKM Tindak Lanjut Pencegahan COVID-19 Di Kota Tangerang Pernyataan Komisi Informasi Pusat Menyikapi Pandemi Virus COVID-19 Penggunaan Makser Untuk Mencegah Covid-19 Alur dan Protokol Rapid Test
1. RSUP dr. Sitanala
2. RS Ecm
3. RS Mayapada
4. RS Sari asih karawaci
5. RS Primaya
6. RS Sari asih ciledug
7. RS An-nisa
8. RS Bhakti asih
9. RS Hermina tangerang
10. RS Melati
11. RS Aminah
12. RS Mulya
13. RS Umum daerah kota tangerang
14. RS Islam sari asih ar-rahman
15. RS Dinda
16. RS Sari asih sangiang
17. RS Permata ibu
18. RS Aqidah
19. RS Tk IV daan mogot
20. RSIA Bunda sejati
21. RS Karang tengah medika
22. RS Medika lestari
23. RS Ibu dan anak mutiara bunda
24. RS Ibu dan anak assyifa
25. RS Ibu dan anak karunia bunda
26. RS Ibu dan anak PKU muhamadiyah cipondoh
27. RS Ibu dan anak gebang medika
28. RS Ibu dan anak pratiwi
29. RS Ibu dan anak makiyah
30. RS Sari asih cipondoh
31. RS Tiara
32. RS Hermina Periuk
33. RS Arya Medika

(sumber data : Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 445/kep. 320-Dinkes/2020 Tentang : Penetapan Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virus Disaese 2019.)
JIKA ANDA MERASA TIDAK SEHAT
1. Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria:
a. Demam 38 derajat Celcius, dan
b. Batuk/pilek
istirahatlah yang cukup di rumah dan bila perlu minum Bila keluhan berlanjut, atau
disertai dengan kesulitan bernafas (sesak atau nafas cepat), segera berobat ke
fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes)
Pada saat berobat ke fasyankes, Anda harus lakukan tindakan berikut:
a. Gunakan masker
b. Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan
cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau punggung lengan
c. Usahakan tidak menggunakan transportasi massal
2. Tenaga kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening suspect
COVID-19:
a. Jika memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke
salah satu rumah sakit (RS) rujukan yang siap untuk penanganan COVID-
19.
b. Jika tidak memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirawat
inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter
fasyankes.

3. Jika anda memenuhi kriteria Suspect COVID-19 akan diantar ke RS rujukan
menggunakan ambulan fasyankes didampingi oleh nakes yang menggunakan
alat pelindung diri (APD).
4. Di RS rujukan, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan
laboratorium dan dirawat di ruang isolasi.
5. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(Balitbangkes) di Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam
setelah spesimen diterima.
a. Jika hasilnya positif,
i. maka Anda akan dinyatakan sebagai penderita COVID-19.

ii. Sampel akan diambil setiap hari
iii. Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel
2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif

b. Jika hasilnya negatif, Anda akan dirawat sesuai dengan penyebab
penyakit.

JIKA ANDA SEHAT, namun:
1. Ada riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara terjangkit COVID-19, ATAU
2. Merasa pernah kontak dengan penderita COVID-19,
hubungi Hotline Center Corona untuk mendapat petunjuk lebih lanjut di nomor berikut : 119 ext 9.

(sumber data : https://tangerangkota.go.id/)
- Halo Kemenkes : 1500567;
- Hotline Emergency Operation Center (EOC): 119 ext 9 atau (021) 5210411 atau 081212123119;
- Twitter : @KemenkesRI;
- Facebook : @KementerianKesehatanRI;
- Instagram: @kemenkes_ri;
- Website : who.int, www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id;
- TANGERANG KOTA CALL CENTER 119 atau 112 atau 0822 9997 3322.

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/faq/dimanakah-saya-bisa-mendapatkan-media-edukasi-dan-informasi-serta-situasi-perkembangan-covid-19/#.XnMft6gzY2w)
- Belum dipastikan berapa lama virus penyebab COVID-19 bertahan di atas permukaan benda, tetapi perilaku virus ini menyerupai jenis-jenis coronavirus lainnya. Penelitian coronavirus, dan juga informasi awal tentang virus penyebab penyakit COVID-19, mengindikasikan virus dapat bertahan di permukaan benda antara beberapa jam hingga beberapa hari. Lamanya virus bertahan mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi yang berbeda (seperti jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan). Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lain. Biasakan cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung.

(sumber data : https://www.covid19.go.id/tanya-jawab/)
- Pembiayaan Bagi pasien dalam pengawasan yang dirawat di RS rujukan maka pembiayaan perawatan RS ditanggung oleh Kementerian Kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor 59 tahun 2016 tentang Pembebasan Biaya Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu dan Kepmenkes Nomor: HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) Sebagai Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya.

(sumber data : Dokumen Resmi Kemkes Per 16 Maret 2020 tentang "Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19))
- RSUD Kab. Tangerang;
Telepon: (021) 5523507
Alamat: Jl. Jend. Ahmad Yani No.9, Sukaasih, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15111

- RS Siloam, Kelapa Dua, Tangerang.
Telepon: (021) 80524900
Alamat: Jl. Kelapa Dua Raya No.1001, RT.2/RW.2, Klp. Dua, Kec. Klp. Dua, Tangerang, Banten 15810

- RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang.
Telepon: (0254) 208833
Alamat: Jl. Rumah Sakit Umum No.1, Kotabaru, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42112

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/menteri-kesehatan-tetapkan-132-rumah-sakit-rujukan-covid-19/#.XnMPr6gzY2w)
- Sekolah-sekolah harus menyediakan sarana cuci tangan;
- Pemerintah menginstruksikan seluruh warga sekolah untuk selalu hidup bersih dan sehat untuk menjaga kesehatan tubuh;
- Setiap sekolah harus membersihkan ruangan 1 kali sehari miminal menggunakan zat disinfektan;
- Pihak sekolah juga harus memonitor absensi seluruh warga sekolah.

(sumber data : http://ksp.go.id/pemerintah-terbitkan-protokol-kesehatan-penanganan-covid-19/index.html)
- Gunakan masker bila batuk atau bersin-bersin;
- Masker hanya efektif bila dikombinasikan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan (min
alkohol 60%);
- Sebelum memasang masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%);
- Pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung dan pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker;
- Hindari menyentuh masker saat digunakan. Bila tersentuh, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan
(minimal alkohol 60%);
- Ganti masker yag basah dengan masker baru dan jangan gunakan kembali masker yang sudah dipakai;
- Untuk membuka masker lepaskan dari belakang;
- Jangan sentuh bagian depan masker; buang segera di tempat sampah tertutup atau kantong plastik; cuci tangan pakai sabun dan air
mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%).

(sumber data : https://www.covid19.go.id/ketahui-apa-yang-perlu-dilakukan-bila-sakit/)
- Protokol penanganan orang masuk dari negara beresiko dan pengawasan perbatasan;
- Membagikan Health Alert Card dan melakukan pengisian sebelum landing pesawat;
- Penumpang melewati PINTU KEDATANGAN yang telah ditentukan;
- Pengecekan isi Health Alert Card;
- Melakukan pengecekan suhu sebanyak 2 kali dengan Thermo Gun/Thermometer infra red dan Thermal scanner massal;
- Melakukan pemantau gejala/tanda batuk,pilek, sesak nafas;
- Bila pelaku perjalanan ditemukan demam dan/atau batuk, pilek, sesak nafas segera dikenakan masker dan dibawa ke ruang kesehatan dan
dilakukan wawancara serta pemeriksaan oleh dokter untuk menetapkan kriteria kasus COVID-19 kemudian mengikuti arahan petugas;
- Bila pelaku perjalanan tidak ditemukan gejala/tanda batuk, pilek, sesak nafas dapat melanjukan ke petugas imigrasi kemudian dilanjutkan
pengambilan bagasi dan proses bea cukai;

(sumber data : https://www.covid19.go.id/portfolio-items/protokol-penanganan-covid-19-di-wilayah-perbatasan-indonesia/)
- Ketika seseorang tidak menunjukkan gejala, tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dan/atau orang dengan demam/gejala pernafasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/pemerintah-terbitkan-protokol-isolasi-diri-dan-komunikasi-penanganan-covid-19/#.XnLn1qgzY2w)
- Karantina adalah memisahkan dan membatasi pergerakan seseorang yang terpapar penyakit tetapi tidak mengalami gejala;
- Tinggal di rumah, jangan pergi bekerja dan ke ruang publik;
- Membatasi kontak dengan orang lain dan hewan peliharaan;
- Mengonsumsi makanan bergizi;
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir;
- Lakukan etika batuk/bersin;
- Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan perlengkapan mandi;
- Jaga kebersihan rumah.

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/pemerintah-terbitkan-protokol-isolasi-diri-dan-komunikasi-penanganan-covid-19/#.XnLn1qgzY2w)
- Dilakukan screening pasien dalam pengawasan COVID-19;
- Jika memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan;
- Di RS rujukan, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi;
- Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta;
- Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam waktu 1 x 24 jam setelah spesimen diterima, jika hasilnya positif :
I. maka Anda akan dinyatakan sebagai kasus konfirmasi COVID-19;
II. Sampel akan diambil setiap hari;
III. Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel 2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif.

(sumber data : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200316/4033408/lakukan-protokol-kesehatan-jika-mengalami-gejala-covid-19/)
- Memiliki riwayat perjalanan ke negara dengan transmisi lokal COVID-19 dalam 14 hari terakhir;
- Pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 (berada dalam satu ruangan yang sama/kontak dalam jarak 1 meter);
- Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria demam ? 38°C dan batuk/pilek/nyeri tenggorokan disertai dengan kesulitan bernafas;
- Mendapatkan perawatan di fasilitas layanan kesehatan.

(sumber data : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200316/4033408/lakukan-protokol-kesehatan-jika-mengalami-gejala-covid-19/)
- Karantina diri Anda selama 14 hari terhitung setelah kontak/kunjungan, lakukan self monitoring melalui pemeriksaan suhu tubuh 2 kali;
- Tidak mengalami gejala demam ? 38°C dan batuk/pilek/nyeri tenggorokan;
- Tidak perlu memeriksakan diri/mendapat perawatan ke layanan kesehatan.


(sumber data : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200316/4033408/lakukan-protokol-kesehatan-jika-mengalami-gejala-covid-19/)

BERITA

PENANGANAN COVID 19

VIDEO

INFOGRAFIS

TIPS

FAQ

Donor Plasma Konvalesen oleh penyintas COVID-19 dapat membantu penyembuhan pasien COVID-19. Terapi Plasma Konvalesen dilakukan dengan memberikan plasma, yaitu bagian dari darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19.
Berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 03 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19. PPKM Mikro dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT, mulai dari zona hijau sampai dengan zona merah, dengan strategi pengendalian masing-masing sesuai dengan zonanya.
"Langkah-langkah berikut ini TIDAK efektif terhadap COVID-2019 dan dapat berbahaya:
-Merokok
-Mengenakan banyak masker
-Mengambil antibiotik"
Iya. Kemungkinan orang yang terinfeksi mengkontaminasi barang-barang komersial rendah dan risiko tertular virus yang menyebabkan COVID-19 dari paket yang telah dipindahkan, bepergian, dan terkena berbagai kondisi dan suhu juga rendah.
Sementara beberapa pengobatan barat, tradisional atau rumahan dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi gejala COVID-19, tidak ada bukti bahwa obat saat ini dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit. WHO tidak merekomendasikan pengobatan sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, sebagai pencegahan atau penyembuhan untuk COVID-19. Namun, ada beberapa uji klinis yang sedang berlangsung yang mencakup obat-obatan barat dan tradisional. WHO akan terus memberikan informasi terbaru segera setelah temuan klinis tersedia.
Tidak. Antibiotik tidak bekerja melawan virus, mereka hanya bekerja pada infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus, jadi antibiotik tidak berfungsi. Antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan COVID-19. Mereka hanya boleh digunakan seperti yang diarahkan oleh dokter untuk mengobati infeksi bakteri.
Jika kita tidak melakukan cara pencegahan yang disarankan oleh pemerintah seperti menjaga jarak fisik dan tindakan pencegahan lainnya untuk memperlambat penyebaran SARS-CoV-2, virus dapat menginfeksi banyak orang dalam hitungan beberapa bulan. Ini akan membuat rumah sakit kita kewalahan dan menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.
Jika kita tidak melakukan cara pencegahan yang disarankan oleh pemerintah seperti menjaga jarak fisik dan tindakan pencegahan lainnya untuk memperlambat penyebaran SARS-CoV-2, virus dapat menginfeksi banyak orang dalam hitungan beberapa bulan. Ini akan membuat rumah sakit kita kewalahan dan menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.
Perlindungan dari vaksin merupakan cara yang efektif dalam mencapai kekebalan kelompok. Saat ini para ahli dan ilmuwan sedang bekerja keras untuk mengembangkan vaksin yang efektif. Oleh karena itu kita harus terus melakukan tindakan pencegahan penularan dari COVID-19 hingga vaksin yang sangat efektif telah dikembangkan, diuji, dan diproduksi secara massal.
Pemakaian masker saat ini diwajibkan untuk semua orang, baik orang sehat maupun sakit. Orang sehat menggunakan masker kain saat hendak keluar rumah. Bagi orang yang memiliki gejala infeksi pernapasan (batuk atau bersin), dicurigai infeksi COVID-19 dengan gejala ringan, merawat orang yang bergejala seperti demam dan batuk, dan para petugas kesehatan menggunakan masker bedah.
"1.Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh meningkat
2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol.
3. Jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain.
4. Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
5. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah)
6. Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat sedang keluar rumah.
7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.
8. Tetap dirumah, hindari kontak dengan orang lain dan bepergian ke tempat umum.
9. Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk dan sulit bernapas.
10. Menunda perjalanan ke wilayah/ negara dimana virus ini ditemukan.
11. Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat."
Vaksin COVID-19 Gratis Tanpa Syarat
Sampai terhitung 3 November 2020, belum tersedia vaksin untuk COVID-19.
Vaksin bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat.
Pelaksanaan vaksinasi bertahap COVID-19 akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Badan POM, berdasarkan hasil uji klinik di luar negeri atau Indonesia.
Di tahapan awal, vaksinasi COVID-19 akan diperuntukkan bagi garda terdepan dengan risiko tinggi, yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Lalu secara bertahap akan diperluas seiring dengan ketersediaan vaksin dan izinnya, yaitu penerima bantuan iuran BPJS, dan kelompok masyarakat lainnya.
Saat ini, uji klinis vaksin COVID-19 dibatasi pada umur 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19. Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin.
Terdapat kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk mereka yang berusia 60 hingga 89 tahun. Namun, tahap awal vaksinasi diberikan pada orang dewasa sehat usia 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19.
Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui rentang periode jangka panjang dari perlindungan vaksin COVID-19.
"Tahapan pengembangan yang berlaku internasional yang secara umum terdiri dari:

Tahap praklinik
Tahap klinis (fase 1-3)
Penetapan penggunaan vaksin"
Dampak vaksin COVID-19 terhadap pandemi akan bergantung pada beberapa faktor. Ini termasuk faktor-faktor seperti efektivitas vaksin; seberapa cepat mereka disetujui, diproduksi, dan dikirim; dan berapa banyak target jumlah orang yang akan divaksinasi.
Vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.
efek samping yang timbul dapat beragam, pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek simpang ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor. Melalui tahapan pengembangan dan pengujian vaksin yang lengkap, efek samping yang berat dapat terlebih dahulu terdeteksi sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin.
Efek perlindungan vaksin masih menunggu hasil uji klinis fase III dan pemantauan selesai. Namun, sampai saat ini berdasarkan hasil uji klinis fase I dan II, vaksin yang tersedia terbukti aman dan meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19. Perlindungan yang akan diberikan vaksin COVID-19 nantinya, perlu tetap diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan 3M: memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun.
Sampai terhitung 3 November 2020, belum tersedia vaksin untuk COVID-19.
Vaksin bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat.
Pelaksanaan vaksinasi bertahap COVID-19 akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Badan POM, berdasarkan hasil uji klinik di luar negeri atau Indonesia.
Di tahapan awal, vaksinasi COVID-19 akan diperuntukkan bagi garda terdepan dengan risiko tinggi, yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Lalu secara bertahap akan diperluas seiring dengan ketersediaan vaksin dan izinnya, yaitu penerima bantuan iuran BPJS, dan kelompok masyarakat lainnya.
Saat ini, uji klinis vaksin COVID-19 dibatasi pada umur 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19. Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin.
Terdapat kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk mereka yang berusia 60 hingga 89 tahun. Namun, tahap awal vaksinasi diberikan pada orang dewasa sehat usia 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19.
Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui rentang periode jangka panjang dari perlindungan vaksin COVID-19.
"Tahapan pengembangan yang berlaku internasional yang secara umum terdiri dari:

Tahap praklinik
Tahap klinis (fase 1-3)
Penetapan penggunaan vaksin"
Dampak vaksin COVID-19 terhadap pandemi akan bergantung pada beberapa faktor. Ini termasuk faktor-faktor seperti efektivitas vaksin; seberapa cepat mereka disetujui, diproduksi, dan dikirim; dan berapa banyak target jumlah orang yang akan divaksinasi.
Vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.
efek samping yang timbul dapat beragam, pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek simpang ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor. Melalui tahapan pengembangan dan pengujian vaksin yang lengkap, efek samping yang berat dapat terlebih dahulu terdeteksi sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin.
Efek perlindungan vaksin masih menunggu hasil uji klinis fase III dan pemantauan selesai. Namun, sampai saat ini berdasarkan hasil uji klinis fase I dan II, vaksin yang tersedia terbukti aman dan meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19. Perlindungan yang akan diberikan vaksin COVID-19 nantinya, perlu tetap diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan 3M: memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun.
- Bila dalam 14 hari kesehatan membaik, Anda masih harus tetap tinggal di rumah bersama anggota keluarga lain sampai situasi telah membaik dan pemerintah mengumumkan peraturan atau panduan baru;

- Bila terpaksa keluar rumah karena kebutuhan penting, gunakan masker dengan benar;

- Tetap pastikan semua orang di rumah sering mencuci tangan pakai sabun minimal selama 20 detik dan saat batuk atau bersin menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup.

Sumber : https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19/ketahui-bagaimana-orang-sakit-membaik-dirawat-di-rumah
- Bila harus pergi ke layanan kesehatan, bila Anda harus pergi ke layanan kesehatan untuk tes, jangan lupa pakai masker dan selalu menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan siapapun. Tetap jaga kebersihan tangan dan hindari menyentuh wajah. Orang yang mengantar Anda pun harus menggunakan masker dan melakukan hal sama. Hindari penggunaan kendaraan umum yang ramai;

- Bila dirawat di rumah, jangan berinteraksi dengan masyarakat.;

- Gunakan kamar yang terpisah dari anggota keluarga lain dan minta salah satu anggota keluarga yang sehat untuk membantu merawat Anda;

- Anda dan orang yang merawat Anda harus menggunakan masker dan cuci tangan pakai sabun setelah kontak;

- Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas), perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, gayung) dan linen/seprai;

- Setiap hari, bersihkan dengan cairan disinfektan permukaan benda yang sering disentuh seperti meja, gagang pintu dan lainnya;

- Makan makanan bergizi, minum air yang cukup dan di pagi hari berjemur di luar di bawah sinar matahari. Jangan meminum obat tanpa sepengetahuan dokter;

- Ukur suhu tubuh setiap hari dan perhatikan perkembangan kondisi tubuh. Jika kondisi memburuk (demam tinggi dan sesak bernapas) kontak hotline 119 dan cari bantuan medis;

- Anda dapat memperoleh panduan dan konsultasi online dari layanan telemedik. Pemerintah telah bekerjasama dengan 20 penyedia layanan telemedik untuk membantu pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona melakukan isolasi mandiri. Layanan ini gratis! Anda bisa menghubungi lewat www.atensi.or.id/#members.

Sumber : https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19/ketahui-bagaimana-orang-sakit-membaik-dirawat-di-rumah
- Jangan berbagi ketakutan dan kepanikan apalagi yang memojokkan mereka yang telah dites positif atau tenaga kesehatan dan pihak lain yang bekerja untuk mengatasi wabah;

- Cari tahu lebih banyak tentang COVID-19, pelajari apa yang perlu dilakukan untuk melindungi diri dan jangan terjebak pada hoaks atau informasi keliru. Mengetahui fakta akan mengurangi ketakutan dan kecemasan.

- Tunjukkan empati dan kasih sayang pada orang yang diketahui terkena virus. Anda dapat memberikan pesan atau video call bersama keluarganya;

Sumber : https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19/ketahui-stigma-efek-samping-covid-19
- Pemerintah telah menentukan siapa saja yang diprioritaskan untuk dilakukan Rapid Test Corona atau Covid-19. Yang pertama adalah orang yang telah kontak dekat pasien positif baik yang dirawat di RS maupun yang mengisolasi diri di rumah, kedua adalah tenaga kesehatan (Nakes);
- Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mencontohkan orang yang telah kontak dengan pasien positif adalah keluarga yang satu rumah dengan pasien atau bisa juga orang satu kantor dengan pasien;
- Rapid Test terhadap Tenaga Kesehatan diprioritaskan mengingat mereka adalah orang yang sering kontak dekat dengan pasien;
- Rapid Test dilakukan menggunakan metode pemeriksaan antibody, bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya.

Sumber : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200324/2033508/rapid-test-corona-diprioritaskan-bagi-nakes-dan-orang-kontak-pasien-positif/
- Kementerian Kesehatan menyediakan layanan konsultasi kesehatan secara virtual bagi masyarakat sehingga bisa diakses dimanapun, kapanpun dan siapapun;
- Layanan telemedicine yang disiapkan diantaranya membantu masyarakat untuk berkonsultasi, menyarankan apa yang perlu dilakukan dan pengantaran obat sesingkat-singkatnya. Manakala diagnosisnya harus ke rumah sakit, maka akan dirujuk ke RS Rujukan penanganan Covid-19;
- Kementerian Kesehatan mengandeng 4 unicorn yakni Gojek, Halodoc, Grab dan Good doctor. Ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama pada Senin tanggal 23 Maret 2020.

Sumber :http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200323/2133493/gandeng-gojek-dan-grab-kemenkes-luncurkan-telemedicine-penanganan-covid-19/
Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Sumber :https://infocorona.bantenprov.go.id/faq/topic/31
Pemakaian masker hanya bagi orang yang memiliki gejala infeksi pernapasan (batuk atau bersin), mencurigai infeksi COVID-19 dengan gejala ringan, mereka yang merawat orang yang bergejala seperti demam dan batuk, dan para petugas kesehatan.

Cara yang paling efektif untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan COVID-19 adalah mencuci tangan secara teratur, tutup mulut saat batuk dengan lipatan siku atau tisu, dan jaga jarak minimal satu meter dari orang yang bersin atau batuk.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Ya, aman. Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus COVID-19. Dari pengalaman dengan coronavirus lain, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada benda mati, seperti surat atau paket.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus COVID-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Tidak, antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Oleh karena COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis COVID-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.
Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
COVID-19 disebabkan oleh salah satu jenis virus dari keluarga besar Coronavirus, yang umumnya ditemukan pada hewan. Sampai saat ini sumber hewan penular COVID-19 belum diketahui, para ahli terus menyelidiki berbagai kemungkinan jenis hewan penularnya.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Tidak. Hingga saat ini penelitian menyebutkan bahwa virus penyebab COVID-19 ditularkan melalui kontak dengan tetesan kecil (droplet) dari saluran pernapasan.

Sumber : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Saat ini WHO menilai bahwa risiko penularan dari seseorang yang tidak bergejala COVID-19 sama sekali sangat kecil kemungkinannya. Namun, banyak orang yang teridentifikasi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan, atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan periode penularan atau masa inkubasi COVID-19. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.
Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.
Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Sumber : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5%), walaupun jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibanding SARS. COVID-19 juga memiliki penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara

KONTAK

CONTACT CENTER CORONA VIRUS

layanan@tangerangkota.go.id
KEGAWAT DARURATAN
Emergency Call

112

( BEBAS PULSA / TOLL FREE )