DATA

Situasi Virus Corona (COVID-19)

Negara / Kawasan

216

Kasus Terkonfirmasi

17.660.523

Sembuh

Kematian

680.894

Indonesia

Positif

121.226

Sembuh

77.557

Meninggal

5.593

(sumber data : covid19.go.id - terakhir update pada 07 Aug 2020, 15:40:02)

Banten

1.673 (Terkonfirmasi)

Dalam Perawatan

215

Sembuh

1.359

Meninggal

99

Kota Tangerang

590 (Terkonfirmasi)

Dalam Perawatan

72

Sembuh

482

Meninggal

36

(sumber data : infocorona.bantenprov.go.id - terakhir update pada 07-Aug-2020, 23:50)

Peta Sebaran Coronavirus COVID-19 Kota Tangerang





OTG

1855

ODP

3092

PDP

1438


TERKONFIRMASI AKTIF

72

TERKONFIRMASI SEMBUH

494

TERKONFIRMASI MENINGGAL

38

TOTAL TERKONFIRMASI

604


OTG (Orang Tanpa Gejala)
ODP (Orang Dalam Pemantauan)
PDP (Pasien Dalam Pemantauan)
Terkonfirmasi Aktif
Terkonfirmasi Sembuh
Terkonfirmasi Meninggal
Total Terkonfirmasi

*sumber data : Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Tanggal 05 Agustus 2020 10:00 WIB

Benda
Jurumudi Baru 38 52 11 0 17 0 17
Belendung 9 41 14 0 8 0 8
Jurumudi 26 26 13 0 11 0 11
Pajang 13 18 2 0 4 0 4
Benda 10 9 3 0 3 0 3
Total 96 146 43 0 43 0 43
Periuk
Gebang Raya 51 45 29 2 13 3 18
Periuk Jaya 0 5 4 0 2 0 2
Sangiang Jaya 9 44 11 1 6 0 7
Periuk 9 11 12 0 2 0 2
Gembor 12 15 21 0 8 1 9
Total 81 120 77 3 31 4 38
Cibodas
Panunggangan Barat 5 24 18 4 5 0 9
Cibodas 33 4 31 2 15 0 17
Uwung Jaya 49 23 19 1 9 0 10
Cibodas Baru 61 30 9 1 10 0 11
Jatiuwung 24 8 24 0 2 1 3
Cibodasari 56 28 40 2 8 1 11
Total 228 117 141 10 49 2 61
Jatiuwung
Gandasari 16 71 26 0 2 0 2
Jatake 33 54 15 2 5 0 7
Alam Jaya 20 8 8 1 1 0 2
Keroncong 34 15 18 1 2 0 3
Manis Jaya 6 72 9 1 0 0 1
Pasir Jaya 13 2 6 0 4 0 4
Total 122 222 82 5 14 0 19
Batuceper
Batujaya 0 3 6 2 2 0 4
Batusari 1 9 7 0 1 0 1
Poris Gaga 7 32 5 3 2 1 6
Poris Jaya 2 7 3 1 3 0 4
Poris Gaga Baru 1 19 7 0 1 0 1
Kebon Besar 4 5 3 1 3 0 4
Batuceper 4 25 15 0 5 0 5
Total 19 100 46 7 17 1 25
Karang Tengah
Pondok Pucung 2 13 6 0 4 1 5
Pondok Bahar 25 32 11 2 4 1 7
Karang Timur 39 26 11 2 14 1 17
Pedurenan 9 19 15 1 1 0 2
Karang Mulya 42 31 13 0 10 0 10
Karang Tengah 37 55 20 0 7 1 8
Parung Jaya 2 3 1 1 0 1 2
Total 156 179 77 6 40 5 51
Neglasari
Mekarsari 4 24 9 0 1 1 2
Kedaung Wetan 17 21 6 0 1 0 1
Karang Anyar 9 26 5 0 3 0 3
Selapajang Jaya 15 14 4 1 0 0 1
Karang Sari 18 64 21 1 11 2 14
Kedaung Baru 8 4 5 1 0 0 1
Neglasari 2 70 16 0 5 0 5
Total 73 223 66 3 21 3 27
Ciledug
Paninggilan 6 92 20 1 9 1 11
Sudimara Jaya 31 36 12 0 10 0 10
Paninggilan Utara 14 74 10 2 5 1 8
Sudimara Selatan 11 24 8 2 3 0 5
Sudimara Barat 12 17 14 0 5 0 5
Tajur 15 27 7 0 2 0 2
Sudimara Timur 9 49 16 2 4 0 6
Parung Serab 38 6 15 0 5 1 6
Total 136 325 102 7 43 3 53
Larangan
Larangan Selatan 15 22 11 0 4 1 5
Cipadu Jaya 16 11 16 1 2 0 3
Cipadu 6 20 26 0 1 0 1
Gaga 53 30 18 2 4 2 8
Larangan Utara 59 36 13 0 9 1 10
Larangan Indah 12 21 14 2 5 0 7
Kreo 6 18 14 1 1 0 2
Kreo Selatan 13 22 26 1 10 0 11
Total 180 180 138 7 36 4 47
Tangerang
Sukaasih 6 20 7 0 3 1 4
Buaran Indah 5 79 28 0 7 0 7
Sukarasa 1 5 6 1 1 0 2
Babakan 5 40 15 0 6 1 7
Kelapa Indah 42 28 13 1 11 1 13
Tanah Tinggi 21 80 28 5 8 1 14
Cikokol 36 72 39 0 17 0 17
Sukasari 10 56 23 0 2 1 3
Total 126 380 159 7 55 5 67
Cipondoh
Poris Plawad Utara 22 39 11 3 6 0 9
Poris Plawad Indah 84 51 23 0 9 1 10
Cipondoh Indah 24 23 14 1 7 2 10
Cipondoh Makmur 23 51 21 2 8 1 11
Petir 14 19 6 1 1 0 2
Ketapang 12 12 10 0 2 0 2
Gondrong 13 43 13 1 4 0 5
Cipondoh 13 39 28 0 2 0 2
Kenanga 10 38 10 1 5 0 6
Poris Plawad 20 34 23 1 12 0 13
Total 235 349 159 10 56 4 70
Pinang
Panunggangan Utara 14 46 34 3 7 0 10
Panunggangan Timur 0 9 0 0 0 0 0
Kunciran 44 81 14 0 8 1 9
Pakojan 8 9 5 1 1 0 2
Panunggangan 28 14 11 0 1 1 2
Kunciran Indah 57 95 22 1 6 2 9
Kunciran Jaya 2 11 4 0 0 0 0
Sudimara Pinang 36 60 16 0 3 0 3
Nerogtog 3 62 14 0 3 0 3
Cipete 20 28 19 0 5 0 5
Pinang 12 71 19 1 6 0 7
Total 224 486 158 6 40 4 50
Karawaci
Karawaci Baru 31 35 25 0 9 2 11
Pasar Baru 0 12 7 0 1 0 1
Nambo Jaya 0 8 4 0 0 0 0
Margasari 11 16 5 0 3 0 3
Cimone Jaya 18 28 21 0 3 0 3
Pabuaran 24 11 5 0 12 1 13
Koang Jaya 3 15 7 0 2 0 2
Gerendeng 0 9 6 0 1 0 1
Nusa Jaya 8 30 32 0 0 0 0
Bojong Jaya 7 10 10 0 1 0 1
Sumur Pacing 12 14 9 0 5 0 5
Karawaci 15 6 12 0 1 0 1
Bugel 20 25 9 1 4 0 5
Sukajadi 1 4 7 0 0 0 0
Pabuaran Tumpeng 13 18 8 0 4 0 4
Cimone 16 24 23 0 3 0 3
Total 179 265 190 1 49 3 53

INFO PENTING

Peraturan Walikota Tangerang Nomor 58 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturam Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/Kep. 566 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Ketujuh Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.190-Huk/2020 Tentang Penetapan Perpanjangan Tahap Ketujuh Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Peraturan Gubernur Banten Nomor 34 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Banten Nomor 29 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 DI Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Keputusan Walikota Kota Tangerang Nomor : 445/Kep.320-DINKES/2020 Tentang Penetapan Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/Kep. 510 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Keenam Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Nomor 53 Tahun 2020 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Di Kota Tangerang Surat Edaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tentang Persiapan Pelaksanaan Pembukaan Restoran/Rumah Makan/Usaha Sejenisnya Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Peraturan Walikota Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Rukun Warga Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) Surat Edaran Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Surat Pernyataan Kesanggupan Mematuhi Protokol Kesehatan Penaganan COVID-19 Secara Ketat Di Rumah Ibadah Permohonan Surat Keterangan Melaksanakan Kegiatan Keagamaan Dengan Protokol Kesehatan Penanganan Covid 19 Surat Edaran Walikota Tangerang Tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan Cuti Bagi Aparatir Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Surat Edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Tentang Pelaksanaan Solat Ied Dalam Situasi PSBB KEPUTUSAN WALIKOTA NOMOR 29 TAHUN 2020 TENTANG PENGENAAN SANKSI TERHADAP PELANGGARAN PELAKSANAAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DALAM PENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DI KOTA TANGERAN Keputusan Walikota Tangerang Perpanjangan PSBB Keputusan Walikota Penerapan Kriteria Dan Mekanisme Pendataan Terdampak COVID-19 Himbauan PSBB Pelaku Usaha Peraturan Walikota tentang Pelaksanaan PSBB Keputusan Walikota tentang Pemberlakuan Pelaksanaan PSBB Panduan PSBB Kota Tangerang HIMBAUAN INDAGKOP DAN UKM Tindak Lanjut Pencegahan COVID-19 Di Kota Tangerang Pernyataan Komisi Informasi Pusat Menyikapi Pandemi Virus COVID-19 Penggunaan Makser Untuk Mencegah Covid-19 Alur dan Protokol Rapid Test
JIKA ANDA MERASA TIDAK SEHAT
1. Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria:
a. Demam 38 derajat Celcius, dan
b. Batuk/pilek
istirahatlah yang cukup di rumah dan bila perlu minum Bila keluhan berlanjut, atau
disertai dengan kesulitan bernafas (sesak atau nafas cepat), segera berobat ke
fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes)
Pada saat berobat ke fasyankes, Anda harus lakukan tindakan berikut:
a. Gunakan masker
b. Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan
cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau punggung lengan
c. Usahakan tidak menggunakan transportasi massal
2. Tenaga kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening suspect
COVID-19:
a. Jika memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke
salah satu rumah sakit (RS) rujukan yang siap untuk penanganan COVID-
19.
b. Jika tidak memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirawat
inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter
fasyankes.

3. Jika anda memenuhi kriteria Suspect COVID-19 akan diantar ke RS rujukan
menggunakan ambulan fasyankes didampingi oleh nakes yang menggunakan
alat pelindung diri (APD).
4. Di RS rujukan, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan
laboratorium dan dirawat di ruang isolasi.
5. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(Balitbangkes) di Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam
setelah spesimen diterima.
a. Jika hasilnya positif,
i. maka Anda akan dinyatakan sebagai penderita COVID-19.

ii. Sampel akan diambil setiap hari
iii. Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel
2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif

b. Jika hasilnya negatif, Anda akan dirawat sesuai dengan penyebab
penyakit.

JIKA ANDA SEHAT, namun:
1. Ada riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara terjangkit COVID-19, ATAU
2. Merasa pernah kontak dengan penderita COVID-19,
hubungi Hotline Center Corona untuk mendapat petunjuk lebih lanjut di nomor berikut : 119 ext 9.

(sumber data : https://tangerangkota.go.id/)
- Halo Kemenkes : 1500567;
- Hotline Emergency Operation Center (EOC): 119 ext 9 atau (021) 5210411 atau 081212123119;
- Twitter : @KemenkesRI;
- Facebook : @KementerianKesehatanRI;
- Instagram: @kemenkes_ri;
- Website : who.int, www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id;
- TANGERANG KOTA CALL CENTER 119 atau 112 atau 0822 9997 3322.

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/faq/dimanakah-saya-bisa-mendapatkan-media-edukasi-dan-informasi-serta-situasi-perkembangan-covid-19/#.XnMft6gzY2w)
- Belum dipastikan berapa lama virus penyebab COVID-19 bertahan di atas permukaan benda, tetapi perilaku virus ini menyerupai jenis-jenis coronavirus lainnya. Penelitian coronavirus, dan juga informasi awal tentang virus penyebab penyakit COVID-19, mengindikasikan virus dapat bertahan di permukaan benda antara beberapa jam hingga beberapa hari. Lamanya virus bertahan mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi yang berbeda (seperti jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan). Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lain. Biasakan cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung.

(sumber data : https://www.covid19.go.id/tanya-jawab/)
- Pembiayaan Bagi pasien dalam pengawasan yang dirawat di RS rujukan maka pembiayaan perawatan RS ditanggung oleh Kementerian Kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor 59 tahun 2016 tentang Pembebasan Biaya Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu dan Kepmenkes Nomor: HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) Sebagai Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya.

(sumber data : Dokumen Resmi Kemkes Per 16 Maret 2020 tentang "Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19))
- RSUD Kab. Tangerang;
Telepon: (021) 5523507
Alamat: Jl. Jend. Ahmad Yani No.9, Sukaasih, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15111

- RS Siloam, Kelapa Dua, Tangerang.
Telepon: (021) 80524900
Alamat: Jl. Kelapa Dua Raya No.1001, RT.2/RW.2, Klp. Dua, Kec. Klp. Dua, Tangerang, Banten 15810

- RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang.
Telepon: (0254) 208833
Alamat: Jl. Rumah Sakit Umum No.1, Kotabaru, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42112

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/menteri-kesehatan-tetapkan-132-rumah-sakit-rujukan-covid-19/#.XnMPr6gzY2w)
- Sekolah-sekolah harus menyediakan sarana cuci tangan;
- Pemerintah menginstruksikan seluruh warga sekolah untuk selalu hidup bersih dan sehat untuk menjaga kesehatan tubuh;
- Setiap sekolah harus membersihkan ruangan 1 kali sehari miminal menggunakan zat disinfektan;
- Pihak sekolah juga harus memonitor absensi seluruh warga sekolah.

(sumber data : http://ksp.go.id/pemerintah-terbitkan-protokol-kesehatan-penanganan-covid-19/index.html)
- Gunakan masker bila batuk atau bersin-bersin;
- Masker hanya efektif bila dikombinasikan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan (min
alkohol 60%);
- Sebelum memasang masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%);
- Pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung dan pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker;
- Hindari menyentuh masker saat digunakan. Bila tersentuh, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan
(minimal alkohol 60%);
- Ganti masker yag basah dengan masker baru dan jangan gunakan kembali masker yang sudah dipakai;
- Untuk membuka masker lepaskan dari belakang;
- Jangan sentuh bagian depan masker; buang segera di tempat sampah tertutup atau kantong plastik; cuci tangan pakai sabun dan air
mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%).

(sumber data : https://www.covid19.go.id/ketahui-apa-yang-perlu-dilakukan-bila-sakit/)
- Protokol penanganan orang masuk dari negara beresiko dan pengawasan perbatasan;
- Membagikan Health Alert Card dan melakukan pengisian sebelum landing pesawat;
- Penumpang melewati PINTU KEDATANGAN yang telah ditentukan;
- Pengecekan isi Health Alert Card;
- Melakukan pengecekan suhu sebanyak 2 kali dengan Thermo Gun/Thermometer infra red dan Thermal scanner massal;
- Melakukan pemantau gejala/tanda batuk,pilek, sesak nafas;
- Bila pelaku perjalanan ditemukan demam dan/atau batuk, pilek, sesak nafas segera dikenakan masker dan dibawa ke ruang kesehatan dan
dilakukan wawancara serta pemeriksaan oleh dokter untuk menetapkan kriteria kasus COVID-19 kemudian mengikuti arahan petugas;
- Bila pelaku perjalanan tidak ditemukan gejala/tanda batuk, pilek, sesak nafas dapat melanjukan ke petugas imigrasi kemudian dilanjutkan
pengambilan bagasi dan proses bea cukai;

(sumber data : https://www.covid19.go.id/portfolio-items/protokol-penanganan-covid-19-di-wilayah-perbatasan-indonesia/)
- Ketika seseorang tidak menunjukkan gejala, tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dan/atau orang dengan demam/gejala pernafasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/pemerintah-terbitkan-protokol-isolasi-diri-dan-komunikasi-penanganan-covid-19/#.XnLn1qgzY2w)
- Karantina adalah memisahkan dan membatasi pergerakan seseorang yang terpapar penyakit tetapi tidak mengalami gejala;
- Tinggal di rumah, jangan pergi bekerja dan ke ruang publik;
- Membatasi kontak dengan orang lain dan hewan peliharaan;
- Mengonsumsi makanan bergizi;
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir;
- Lakukan etika batuk/bersin;
- Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan perlengkapan mandi;
- Jaga kebersihan rumah.

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/pemerintah-terbitkan-protokol-isolasi-diri-dan-komunikasi-penanganan-covid-19/#.XnLn1qgzY2w)
- Dilakukan screening pasien dalam pengawasan COVID-19;
- Jika memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan;
- Di RS rujukan, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi;
- Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta;
- Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam waktu 1 x 24 jam setelah spesimen diterima, jika hasilnya positif :
I. maka Anda akan dinyatakan sebagai kasus konfirmasi COVID-19;
II. Sampel akan diambil setiap hari;
III. Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel 2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif.

(sumber data : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200316/4033408/lakukan-protokol-kesehatan-jika-mengalami-gejala-covid-19/)
- Memiliki riwayat perjalanan ke negara dengan transmisi lokal COVID-19 dalam 14 hari terakhir;
- Pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 (berada dalam satu ruangan yang sama/kontak dalam jarak 1 meter);
- Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria demam ? 38°C dan batuk/pilek/nyeri tenggorokan disertai dengan kesulitan bernafas;
- Mendapatkan perawatan di fasilitas layanan kesehatan.

(sumber data : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200316/4033408/lakukan-protokol-kesehatan-jika-mengalami-gejala-covid-19/)
- Karantina diri Anda selama 14 hari terhitung setelah kontak/kunjungan, lakukan self monitoring melalui pemeriksaan suhu tubuh 2 kali;
- Tidak mengalami gejala demam ? 38°C dan batuk/pilek/nyeri tenggorokan;
- Tidak perlu memeriksakan diri/mendapat perawatan ke layanan kesehatan.


(sumber data : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200316/4033408/lakukan-protokol-kesehatan-jika-mengalami-gejala-covid-19/)

BERITA

VIDEO

INFOGRAFIS

TIPS

FAQ

- Bila dalam 14 hari kesehatan membaik, Anda masih harus tetap tinggal di rumah bersama anggota keluarga lain sampai situasi telah membaik dan pemerintah mengumumkan peraturan atau panduan baru;

- Bila terpaksa keluar rumah karena kebutuhan penting, gunakan masker dengan benar;

- Tetap pastikan semua orang di rumah sering mencuci tangan pakai sabun minimal selama 20 detik dan saat batuk atau bersin menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup.

Sumber : https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19/ketahui-bagaimana-orang-sakit-membaik-dirawat-di-rumah
- Bila harus pergi ke layanan kesehatan, bila Anda harus pergi ke layanan kesehatan untuk tes, jangan lupa pakai masker dan selalu menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan siapapun. Tetap jaga kebersihan tangan dan hindari menyentuh wajah. Orang yang mengantar Anda pun harus menggunakan masker dan melakukan hal sama. Hindari penggunaan kendaraan umum yang ramai;

- Bila dirawat di rumah, jangan berinteraksi dengan masyarakat.;

- Gunakan kamar yang terpisah dari anggota keluarga lain dan minta salah satu anggota keluarga yang sehat untuk membantu merawat Anda;

- Anda dan orang yang merawat Anda harus menggunakan masker dan cuci tangan pakai sabun setelah kontak;

- Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas), perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, gayung) dan linen/seprai;

- Setiap hari, bersihkan dengan cairan disinfektan permukaan benda yang sering disentuh seperti meja, gagang pintu dan lainnya;

- Makan makanan bergizi, minum air yang cukup dan di pagi hari berjemur di luar di bawah sinar matahari. Jangan meminum obat tanpa sepengetahuan dokter;

- Ukur suhu tubuh setiap hari dan perhatikan perkembangan kondisi tubuh. Jika kondisi memburuk (demam tinggi dan sesak bernapas) kontak hotline 119 dan cari bantuan medis;

- Anda dapat memperoleh panduan dan konsultasi online dari layanan telemedik. Pemerintah telah bekerjasama dengan 20 penyedia layanan telemedik untuk membantu pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona melakukan isolasi mandiri. Layanan ini gratis! Anda bisa menghubungi lewat www.atensi.or.id/#members.

Sumber : https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19/ketahui-bagaimana-orang-sakit-membaik-dirawat-di-rumah
- Jangan berbagi ketakutan dan kepanikan apalagi yang memojokkan mereka yang telah dites positif atau tenaga kesehatan dan pihak lain yang bekerja untuk mengatasi wabah;

- Cari tahu lebih banyak tentang COVID-19, pelajari apa yang perlu dilakukan untuk melindungi diri dan jangan terjebak pada hoaks atau informasi keliru. Mengetahui fakta akan mengurangi ketakutan dan kecemasan.

- Tunjukkan empati dan kasih sayang pada orang yang diketahui terkena virus. Anda dapat memberikan pesan atau video call bersama keluarganya;

Sumber : https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19/ketahui-stigma-efek-samping-covid-19
- Pemerintah telah menentukan siapa saja yang diprioritaskan untuk dilakukan Rapid Test Corona atau Covid-19. Yang pertama adalah orang yang telah kontak dekat pasien positif baik yang dirawat di RS maupun yang mengisolasi diri di rumah, kedua adalah tenaga kesehatan (Nakes);
- Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mencontohkan orang yang telah kontak dengan pasien positif adalah keluarga yang satu rumah dengan pasien atau bisa juga orang satu kantor dengan pasien;
- Rapid Test terhadap Tenaga Kesehatan diprioritaskan mengingat mereka adalah orang yang sering kontak dekat dengan pasien;
- Rapid Test dilakukan menggunakan metode pemeriksaan antibody, bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya.

Sumber : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200324/2033508/rapid-test-corona-diprioritaskan-bagi-nakes-dan-orang-kontak-pasien-positif/
- Kementerian Kesehatan menyediakan layanan konsultasi kesehatan secara virtual bagi masyarakat sehingga bisa diakses dimanapun, kapanpun dan siapapun;
- Layanan telemedicine yang disiapkan diantaranya membantu masyarakat untuk berkonsultasi, menyarankan apa yang perlu dilakukan dan pengantaran obat sesingkat-singkatnya. Manakala diagnosisnya harus ke rumah sakit, maka akan dirujuk ke RS Rujukan penanganan Covid-19;
- Kementerian Kesehatan mengandeng 4 unicorn yakni Gojek, Halodoc, Grab dan Good doctor. Ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama pada Senin tanggal 23 Maret 2020.

Sumber :http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200323/2133493/gandeng-gojek-dan-grab-kemenkes-luncurkan-telemedicine-penanganan-covid-19/
Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Sumber :https://infocorona.bantenprov.go.id/faq/topic/31
Pemakaian masker hanya bagi orang yang memiliki gejala infeksi pernapasan (batuk atau bersin), mencurigai infeksi COVID-19 dengan gejala ringan, mereka yang merawat orang yang bergejala seperti demam dan batuk, dan para petugas kesehatan.

Cara yang paling efektif untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan COVID-19 adalah mencuci tangan secara teratur, tutup mulut saat batuk dengan lipatan siku atau tisu, dan jaga jarak minimal satu meter dari orang yang bersin atau batuk.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Ya, aman. Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus COVID-19. Dari pengalaman dengan coronavirus lain, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada benda mati, seperti surat atau paket.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus COVID-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Tidak, antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Oleh karena COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis COVID-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.
Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
COVID-19 disebabkan oleh salah satu jenis virus dari keluarga besar Coronavirus, yang umumnya ditemukan pada hewan. Sampai saat ini sumber hewan penular COVID-19 belum diketahui, para ahli terus menyelidiki berbagai kemungkinan jenis hewan penularnya.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Tidak. Hingga saat ini penelitian menyebutkan bahwa virus penyebab COVID-19 ditularkan melalui kontak dengan tetesan kecil (droplet) dari saluran pernapasan.

Sumber : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Saat ini WHO menilai bahwa risiko penularan dari seseorang yang tidak bergejala COVID-19 sama sekali sangat kecil kemungkinannya. Namun, banyak orang yang teridentifikasi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan, atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan periode penularan atau masa inkubasi COVID-19. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.
Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.
Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Sumber : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5%), walaupun jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibanding SARS. COVID-19 juga memiliki penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara

KONTAK

CONTACT CENTER CORONA VIRUS

layanan@tangerangkota.go.id
KEGAWAT DARURATAN
Emergency Call

112

( BEBAS PULSA / TOLL FREE )