DATA

Situasi Virus Corona (COVID-19)

Negara / Kawasan

Kasus Terkonfirmasi

Sembuh

Kematian

Indonesia

Positif

543.975

Sembuh

454.879

Meninggal

17.081

(sumber data : covid19.go.id - terakhir update pada 01-12-2020 )

Banten

13.495 (Terkonfirmasi)

Dalam Perawatan

2.066

Sembuh

11.033

Meninggal

396

Kota Tangerang

2.956 (Terkonfirmasi)

Dalam Perawatan

365

Sembuh

2.514

Meninggal

77

(sumber data : infocorona.bantenprov.go.id - terakhir update pada 02-Dec-2020, 13:50)

Peta Sebaran Coronavirus COVID-19 Kota Tangerang





Suspek Dirawat     128

1421

Konfirmasi Total     34

2987


Konfirmasi Dirawat     15

378

Konfirmasi Sembuh     19

2532

Konfirmasi Meninggal     0

77



*sumber data : Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Tanggal 02 Desember 2020 10:00 WIB

Benda
Pajang 3 7 0 7 0
Jurumudi Baru 14 20 0 20 0
Jurumudi 5 33 2 31 0
Belendung 13 19 0 19 0
Benda 2 9 0 9 0
Total 37 88 2 86 0
Periuk
Sangiang Jaya 9 56 6 50 0
Periuk 11 39 5 34 0
Gembor 23 50 9 39 2
Gebang Raya 32 218 39 171 8
Periuk Jaya 12 27 5 21 1
Total 87 390 64 315 11
Cibodas
Cibodas 23 49 6 43 0
Uwung Jaya 15 35 1 34 0
Jatiuwung 18 19 2 16 1
Panunggangan Barat 20 31 4 25 2
Cibodas Baru 22 50 4 45 1
Cibodasari 39 55 10 43 2
Total 137 239 27 206 6
Jatiuwung
Gandasari 14 38 2 36 0
Jatake 9 36 4 32 0
Keroncong 26 31 4 27 0
Manis Jaya 5 26 3 23 0
Pasir Jaya 7 21 1 19 1
Alam Jaya 12 41 2 38 1
Total 73 193 16 175 2
Batuceper
Batujaya 12 6 0 6 0
Poris Gaga 8 26 2 22 2
Batusari 12 3 0 3 0
Poris Gaga Baru 6 13 1 12 0
Kebon Besar 11 9 0 9 0
Poris Jaya 6 16 1 15 0
Batuceper 11 17 3 14 0
Total 66 90 7 81 2
Karang Tengah
Pedurenan 18 20 3 16 1
Karang Tengah 25 39 3 35 1
Pondok Pucung 16 17 2 14 1
Pondok Bahar 18 48 11 36 1
Karang Timur 15 34 0 33 1
Parung Jaya 1 5 0 4 1
Karang Mulya 9 21 1 20 0
Total 102 184 20 158 6
Neglasari
Neglasari 16 12 0 12 0
Selapajang Jaya 7 28 3 25 0
Kedaung Wetan 11 13 2 11 0
Karang Sari 14 39 1 36 2
Mekarsari 2 3 0 2 1
Karang Anyar 10 13 0 12 1
Kedaung Baru 2 3 1 2 0
Total 62 111 7 100 4
Ciledug
Sudimara Selatan 4 11 1 10 0
Sudimara Timur 13 30 7 21 2
Paninggilan 22 30 3 26 1
Paninggilan Utara 19 50 10 39 1
Sudimara Barat 15 11 0 11 0
Tajur 10 38 2 35 1
Sudimara Jaya 14 15 0 14 1
Parung Serab 5 28 3 24 1
Total 102 213 26 180 7
Larangan
Kreo Selatan 20 29 2 27 0
Larangan Utara 11 30 4 25 1
Larangan Indah 11 23 4 19 0
Kreo 17 26 3 23 0
Cipadu Jaya 15 26 5 21 0
Cipadu 16 52 2 50 0
Larangan Selatan 9 35 4 30 1
Gaga 20 32 9 19 4
Total 119 253 33 214 6
Tangerang
Sukasari 25 34 8 25 1
Babakan 5 30 7 22 1
Cikokol 27 66 5 61 0
Tanah Tinggi 37 37 3 32 2
Buaran Indah 21 40 1 37 2
Sukarasa 10 11 1 10 0
Kelapa Indah 11 19 0 17 2
Sukaasih 8 8 0 7 1
Total 144 245 25 211 9
Cipondoh
Cipondoh Indah 14 30 3 23 4
Gondrong 13 19 1 16 2
Ketapang 5 15 1 14 0
Cipondoh 28 38 7 31 0
Poris Plawad 15 36 5 31 0
Petir 13 20 6 14 0
Cipondoh Makmur 22 60 9 49 2
Poris Plawad Indah 54 30 4 25 1
Poris Plawad Utara 19 16 0 16 0
Kenanga 13 32 3 28 1
Total 196 296 39 247 10
Pinang
Kunciran Jaya 6 3 1 2 0
Panunggangan 9 23 1 21 1
Kunciran 17 30 11 17 2
Kunciran Indah 24 60 8 50 2
Cipete 15 19 4 15 0
Pinang 20 43 9 33 1
Panunggangan Utara 24 62 4 57 1
Sudimara Pinang 10 28 4 24 0
Panunggangan Timur 1 0 0 0 0
Pakojan 2 9 1 8 0
Nerogtog 16 22 5 17 0
Total 144 299 48 244 7
Karawaci
Karawaci Baru 6 42 2 37 3
Karawaci 11 11 5 6 0
Gerendeng 15 29 9 20 0
Koang Jaya 5 4 0 4 0
Cimone Jaya 19 21 2 19 0
Margasari 13 27 1 24 2
Bugel 9 25 1 24 0
Pasar Baru 2 5 0 5 0
Bojong Jaya 6 23 10 13 0
Pabuaran 5 27 5 21 1
Nambo Jaya 10 20 3 16 1
Nusa Jaya 12 39 6 33 0
Sumur Pacing 1 16 1 15 0
Sukajadi 8 10 1 9 0
Cimone 23 40 6 34 0
Pabuaran Tumpeng 7 47 12 35 0
Total 152 386 64 315 7

INFO PENTING

Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 443/Kep.817 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Ketiga Belas Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kota Tangerang Surat Edaran Walikota Tangerang Nomor : 800/2118 -BKPSDM/2020 Tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal baru Di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.214-Huk/2020 Tentang Penetapan Perpanjangan Pembatsan Sosial Berskala Besar Di Provinsi Banten Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/Kep.700 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Kesebelas Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Surat Edaran Nomor : 556/1089 - Pariwisata Tentang Pelaksanaan Kegiatan cara Resepsi Pernikahan dan Khitanan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di kota Tangerang KEPUTUSAN WALIKOTA TANGERANG TENTANG PEMBENTUKAN SATGAS COVID-19 KOTA TANGERANG Surat Edaran Walikota Tangerang Tentang Sistem Kerja Pegawai ASN Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan PEMKOT Tangerang Nomor 800/2118-BKPSDM/2020 Surat Edaran Walikota Tangerang Nomor : 800/2131. Bag.Huk/2020 Tentang Pembentukan Gugus Tugas/Satuan Tugas Penanganan Dan Penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Di Masing-Masing Lokasi Peraturan Walikota Tangerang Nomor 78 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Walikota Nomor 29 Tahun 2020 Tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Tangerang Nomor 70 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Nomor 29 Tahun 2020 Tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang PERATURAN WALI KOTA TANGERANG TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERWAL NO 29 TAHUN 2020 TENTANG PENGENAAN SANKSI TERHADAP PELANGGARAN PSBB Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 443/Kep.634 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Kesepuluh Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 443/Kep. 612 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Kesembilan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Tangerang Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Modal Usaha Kepada Wirausaha Pemula Di Kota Tangerang Tahun Anggaran 2020 Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/kep. 604 - BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Kedelapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid - 19) di Kota Tangerang. Peraturan Walikota Tangerang Nomor 58 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturam Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/Kep. 566 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Ketujuh Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.190-Huk/2020 Tentang Penetapan Perpanjangan Tahap Ketujuh Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Peraturan Gubernur Banten Nomor 34 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Banten Nomor 29 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 DI Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Keputusan Walikota Kota Tangerang Nomor : 445/Kep.320-DINKES/2020 Tentang Penetapan Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 443/Kep. 510 -BPBD/2020 Tentang Perpanjangan Tahap Keenam Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Nomor 53 Tahun 2020 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Di Kota Tangerang Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Walikota Nomor 17 Tahun 2020 Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Di Kota Tangerang Surat Edaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tentang Persiapan Pelaksanaan Pembukaan Restoran/Rumah Makan/Usaha Sejenisnya Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Peraturan Walikota Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Rukun Warga Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) Surat Edaran Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Kota Tangerang Surat Pernyataan Kesanggupan Mematuhi Protokol Kesehatan Penaganan COVID-19 Secara Ketat Di Rumah Ibadah Permohonan Surat Keterangan Melaksanakan Kegiatan Keagamaan Dengan Protokol Kesehatan Penanganan Covid 19 Surat Edaran Walikota Tangerang Tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan Cuti Bagi Aparatir Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Surat Edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Tentang Pelaksanaan Solat Ied Dalam Situasi PSBB KEPUTUSAN WALIKOTA NOMOR 29 TAHUN 2020 TENTANG PENGENAAN SANKSI TERHADAP PELANGGARAN PELAKSANAAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DALAM PENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DI KOTA TANGERAN Keputusan Walikota Tangerang Perpanjangan PSBB Keputusan Walikota Penerapan Kriteria Dan Mekanisme Pendataan Terdampak COVID-19 Himbauan PSBB Pelaku Usaha Peraturan Walikota tentang Pelaksanaan PSBB Keputusan Walikota tentang Pemberlakuan Pelaksanaan PSBB Panduan PSBB Kota Tangerang HIMBAUAN INDAGKOP DAN UKM Tindak Lanjut Pencegahan COVID-19 Di Kota Tangerang Pernyataan Komisi Informasi Pusat Menyikapi Pandemi Virus COVID-19 Penggunaan Makser Untuk Mencegah Covid-19 Alur dan Protokol Rapid Test
1. RSUP dr. Sitanala
2. RS Ecm
3. RS Mayapada
4. RS Sari asih karawaci
5. RS Primaya
6. RS Sari asih ciledug
7. RS An-nisa
8. RS Bhakti asih
9. RS Hermina tangerang
10. RS Melati
11. RS Aminah
12. RS Mulya
13. RS Umum daerah kota tangerang
14. RS Islam sari asih ar-rahman
15. RS Dinda
16. RS Sari asih sangiang
17. RS Permata ibu
18. RS Aqidah
19. RS Tk IV daan mogot
20. RSIA Bunda sejati
21. RS Karang tengah medika
22. RS Medika lestari
23. RS Ibu dan anak mutiara bunda
24. RS Ibu dan anak assyifa
25. RS Ibu dan anak karunia bunda
26. RS Ibu dan anak PKU muhamadiyah cipondoh
27. RS Ibu dan anak gebang medika
28. RS Ibu dan anak pratiwi
29. RS Ibu dan anak makiyah
30. RS Sari asih cipondoh
31. RS Tiara

(sumber data : Keputusan Walikota Tangerang Nomor : 445/kep. 320-Dinkes/2020 Tentang : Penetapan Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virus Disaese 2019.)
JIKA ANDA MERASA TIDAK SEHAT
1. Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria:
a. Demam 38 derajat Celcius, dan
b. Batuk/pilek
istirahatlah yang cukup di rumah dan bila perlu minum Bila keluhan berlanjut, atau
disertai dengan kesulitan bernafas (sesak atau nafas cepat), segera berobat ke
fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes)
Pada saat berobat ke fasyankes, Anda harus lakukan tindakan berikut:
a. Gunakan masker
b. Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan
cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau punggung lengan
c. Usahakan tidak menggunakan transportasi massal
2. Tenaga kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening suspect
COVID-19:
a. Jika memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke
salah satu rumah sakit (RS) rujukan yang siap untuk penanganan COVID-
19.
b. Jika tidak memenuhi kriteria suspect COVID-19, maka Anda akan dirawat
inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter
fasyankes.

3. Jika anda memenuhi kriteria Suspect COVID-19 akan diantar ke RS rujukan
menggunakan ambulan fasyankes didampingi oleh nakes yang menggunakan
alat pelindung diri (APD).
4. Di RS rujukan, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan
laboratorium dan dirawat di ruang isolasi.
5. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(Balitbangkes) di Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam
setelah spesimen diterima.
a. Jika hasilnya positif,
i. maka Anda akan dinyatakan sebagai penderita COVID-19.

ii. Sampel akan diambil setiap hari
iii. Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel
2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif

b. Jika hasilnya negatif, Anda akan dirawat sesuai dengan penyebab
penyakit.

JIKA ANDA SEHAT, namun:
1. Ada riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara terjangkit COVID-19, ATAU
2. Merasa pernah kontak dengan penderita COVID-19,
hubungi Hotline Center Corona untuk mendapat petunjuk lebih lanjut di nomor berikut : 119 ext 9.

(sumber data : https://tangerangkota.go.id/)
- Halo Kemenkes : 1500567;
- Hotline Emergency Operation Center (EOC): 119 ext 9 atau (021) 5210411 atau 081212123119;
- Twitter : @KemenkesRI;
- Facebook : @KementerianKesehatanRI;
- Instagram: @kemenkes_ri;
- Website : who.int, www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id;
- TANGERANG KOTA CALL CENTER 119 atau 112 atau 0822 9997 3322.

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/faq/dimanakah-saya-bisa-mendapatkan-media-edukasi-dan-informasi-serta-situasi-perkembangan-covid-19/#.XnMft6gzY2w)
- Belum dipastikan berapa lama virus penyebab COVID-19 bertahan di atas permukaan benda, tetapi perilaku virus ini menyerupai jenis-jenis coronavirus lainnya. Penelitian coronavirus, dan juga informasi awal tentang virus penyebab penyakit COVID-19, mengindikasikan virus dapat bertahan di permukaan benda antara beberapa jam hingga beberapa hari. Lamanya virus bertahan mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi yang berbeda (seperti jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan). Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lain. Biasakan cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung.

(sumber data : https://www.covid19.go.id/tanya-jawab/)
- Pembiayaan Bagi pasien dalam pengawasan yang dirawat di RS rujukan maka pembiayaan perawatan RS ditanggung oleh Kementerian Kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor 59 tahun 2016 tentang Pembebasan Biaya Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu dan Kepmenkes Nomor: HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) Sebagai Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya.

(sumber data : Dokumen Resmi Kemkes Per 16 Maret 2020 tentang "Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19))
- RSUD Kab. Tangerang;
Telepon: (021) 5523507
Alamat: Jl. Jend. Ahmad Yani No.9, Sukaasih, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15111

- RS Siloam, Kelapa Dua, Tangerang.
Telepon: (021) 80524900
Alamat: Jl. Kelapa Dua Raya No.1001, RT.2/RW.2, Klp. Dua, Kec. Klp. Dua, Tangerang, Banten 15810

- RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang.
Telepon: (0254) 208833
Alamat: Jl. Rumah Sakit Umum No.1, Kotabaru, Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42112

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/menteri-kesehatan-tetapkan-132-rumah-sakit-rujukan-covid-19/#.XnMPr6gzY2w)
- Sekolah-sekolah harus menyediakan sarana cuci tangan;
- Pemerintah menginstruksikan seluruh warga sekolah untuk selalu hidup bersih dan sehat untuk menjaga kesehatan tubuh;
- Setiap sekolah harus membersihkan ruangan 1 kali sehari miminal menggunakan zat disinfektan;
- Pihak sekolah juga harus memonitor absensi seluruh warga sekolah.

(sumber data : http://ksp.go.id/pemerintah-terbitkan-protokol-kesehatan-penanganan-covid-19/index.html)
- Gunakan masker bila batuk atau bersin-bersin;
- Masker hanya efektif bila dikombinasikan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan (min
alkohol 60%);
- Sebelum memasang masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%);
- Pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung dan pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker;
- Hindari menyentuh masker saat digunakan. Bila tersentuh, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan
(minimal alkohol 60%);
- Ganti masker yag basah dengan masker baru dan jangan gunakan kembali masker yang sudah dipakai;
- Untuk membuka masker lepaskan dari belakang;
- Jangan sentuh bagian depan masker; buang segera di tempat sampah tertutup atau kantong plastik; cuci tangan pakai sabun dan air
mengalir atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%).

(sumber data : https://www.covid19.go.id/ketahui-apa-yang-perlu-dilakukan-bila-sakit/)
- Protokol penanganan orang masuk dari negara beresiko dan pengawasan perbatasan;
- Membagikan Health Alert Card dan melakukan pengisian sebelum landing pesawat;
- Penumpang melewati PINTU KEDATANGAN yang telah ditentukan;
- Pengecekan isi Health Alert Card;
- Melakukan pengecekan suhu sebanyak 2 kali dengan Thermo Gun/Thermometer infra red dan Thermal scanner massal;
- Melakukan pemantau gejala/tanda batuk,pilek, sesak nafas;
- Bila pelaku perjalanan ditemukan demam dan/atau batuk, pilek, sesak nafas segera dikenakan masker dan dibawa ke ruang kesehatan dan
dilakukan wawancara serta pemeriksaan oleh dokter untuk menetapkan kriteria kasus COVID-19 kemudian mengikuti arahan petugas;
- Bila pelaku perjalanan tidak ditemukan gejala/tanda batuk, pilek, sesak nafas dapat melanjukan ke petugas imigrasi kemudian dilanjutkan
pengambilan bagasi dan proses bea cukai;

(sumber data : https://www.covid19.go.id/portfolio-items/protokol-penanganan-covid-19-di-wilayah-perbatasan-indonesia/)
- Ketika seseorang tidak menunjukkan gejala, tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dan/atau orang dengan demam/gejala pernafasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/pemerintah-terbitkan-protokol-isolasi-diri-dan-komunikasi-penanganan-covid-19/#.XnLn1qgzY2w)
- Karantina adalah memisahkan dan membatasi pergerakan seseorang yang terpapar penyakit tetapi tidak mengalami gejala;
- Tinggal di rumah, jangan pergi bekerja dan ke ruang publik;
- Membatasi kontak dengan orang lain dan hewan peliharaan;
- Mengonsumsi makanan bergizi;
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir;
- Lakukan etika batuk/bersin;
- Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan perlengkapan mandi;
- Jaga kebersihan rumah.

(sumber data : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/pemerintah-terbitkan-protokol-isolasi-diri-dan-komunikasi-penanganan-covid-19/#.XnLn1qgzY2w)
- Dilakukan screening pasien dalam pengawasan COVID-19;
- Jika memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan;
- Di RS rujukan, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi;
- Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta;
- Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam waktu 1 x 24 jam setelah spesimen diterima, jika hasilnya positif :
I. maka Anda akan dinyatakan sebagai kasus konfirmasi COVID-19;
II. Sampel akan diambil setiap hari;
III. Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel 2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif.

(sumber data : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200316/4033408/lakukan-protokol-kesehatan-jika-mengalami-gejala-covid-19/)
- Memiliki riwayat perjalanan ke negara dengan transmisi lokal COVID-19 dalam 14 hari terakhir;
- Pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 (berada dalam satu ruangan yang sama/kontak dalam jarak 1 meter);
- Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria demam ? 38°C dan batuk/pilek/nyeri tenggorokan disertai dengan kesulitan bernafas;
- Mendapatkan perawatan di fasilitas layanan kesehatan.

(sumber data : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200316/4033408/lakukan-protokol-kesehatan-jika-mengalami-gejala-covid-19/)
- Karantina diri Anda selama 14 hari terhitung setelah kontak/kunjungan, lakukan self monitoring melalui pemeriksaan suhu tubuh 2 kali;
- Tidak mengalami gejala demam ? 38°C dan batuk/pilek/nyeri tenggorokan;
- Tidak perlu memeriksakan diri/mendapat perawatan ke layanan kesehatan.


(sumber data : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200316/4033408/lakukan-protokol-kesehatan-jika-mengalami-gejala-covid-19/)

BERITA

PENANGANAN COVID 19

VIDEO

INFOGRAFIS

TIPS

FAQ

- Bila dalam 14 hari kesehatan membaik, Anda masih harus tetap tinggal di rumah bersama anggota keluarga lain sampai situasi telah membaik dan pemerintah mengumumkan peraturan atau panduan baru;

- Bila terpaksa keluar rumah karena kebutuhan penting, gunakan masker dengan benar;

- Tetap pastikan semua orang di rumah sering mencuci tangan pakai sabun minimal selama 20 detik dan saat batuk atau bersin menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup.

Sumber : https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19/ketahui-bagaimana-orang-sakit-membaik-dirawat-di-rumah
- Bila harus pergi ke layanan kesehatan, bila Anda harus pergi ke layanan kesehatan untuk tes, jangan lupa pakai masker dan selalu menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan siapapun. Tetap jaga kebersihan tangan dan hindari menyentuh wajah. Orang yang mengantar Anda pun harus menggunakan masker dan melakukan hal sama. Hindari penggunaan kendaraan umum yang ramai;

- Bila dirawat di rumah, jangan berinteraksi dengan masyarakat.;

- Gunakan kamar yang terpisah dari anggota keluarga lain dan minta salah satu anggota keluarga yang sehat untuk membantu merawat Anda;

- Anda dan orang yang merawat Anda harus menggunakan masker dan cuci tangan pakai sabun setelah kontak;

- Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas), perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, gayung) dan linen/seprai;

- Setiap hari, bersihkan dengan cairan disinfektan permukaan benda yang sering disentuh seperti meja, gagang pintu dan lainnya;

- Makan makanan bergizi, minum air yang cukup dan di pagi hari berjemur di luar di bawah sinar matahari. Jangan meminum obat tanpa sepengetahuan dokter;

- Ukur suhu tubuh setiap hari dan perhatikan perkembangan kondisi tubuh. Jika kondisi memburuk (demam tinggi dan sesak bernapas) kontak hotline 119 dan cari bantuan medis;

- Anda dapat memperoleh panduan dan konsultasi online dari layanan telemedik. Pemerintah telah bekerjasama dengan 20 penyedia layanan telemedik untuk membantu pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona melakukan isolasi mandiri. Layanan ini gratis! Anda bisa menghubungi lewat www.atensi.or.id/#members.

Sumber : https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19/ketahui-bagaimana-orang-sakit-membaik-dirawat-di-rumah
- Jangan berbagi ketakutan dan kepanikan apalagi yang memojokkan mereka yang telah dites positif atau tenaga kesehatan dan pihak lain yang bekerja untuk mengatasi wabah;

- Cari tahu lebih banyak tentang COVID-19, pelajari apa yang perlu dilakukan untuk melindungi diri dan jangan terjebak pada hoaks atau informasi keliru. Mengetahui fakta akan mengurangi ketakutan dan kecemasan.

- Tunjukkan empati dan kasih sayang pada orang yang diketahui terkena virus. Anda dapat memberikan pesan atau video call bersama keluarganya;

Sumber : https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19/ketahui-stigma-efek-samping-covid-19
- Pemerintah telah menentukan siapa saja yang diprioritaskan untuk dilakukan Rapid Test Corona atau Covid-19. Yang pertama adalah orang yang telah kontak dekat pasien positif baik yang dirawat di RS maupun yang mengisolasi diri di rumah, kedua adalah tenaga kesehatan (Nakes);
- Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mencontohkan orang yang telah kontak dengan pasien positif adalah keluarga yang satu rumah dengan pasien atau bisa juga orang satu kantor dengan pasien;
- Rapid Test terhadap Tenaga Kesehatan diprioritaskan mengingat mereka adalah orang yang sering kontak dekat dengan pasien;
- Rapid Test dilakukan menggunakan metode pemeriksaan antibody, bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya.

Sumber : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200324/2033508/rapid-test-corona-diprioritaskan-bagi-nakes-dan-orang-kontak-pasien-positif/
- Kementerian Kesehatan menyediakan layanan konsultasi kesehatan secara virtual bagi masyarakat sehingga bisa diakses dimanapun, kapanpun dan siapapun;
- Layanan telemedicine yang disiapkan diantaranya membantu masyarakat untuk berkonsultasi, menyarankan apa yang perlu dilakukan dan pengantaran obat sesingkat-singkatnya. Manakala diagnosisnya harus ke rumah sakit, maka akan dirujuk ke RS Rujukan penanganan Covid-19;
- Kementerian Kesehatan mengandeng 4 unicorn yakni Gojek, Halodoc, Grab dan Good doctor. Ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama pada Senin tanggal 23 Maret 2020.

Sumber :http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200323/2133493/gandeng-gojek-dan-grab-kemenkes-luncurkan-telemedicine-penanganan-covid-19/
Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Sumber :https://infocorona.bantenprov.go.id/faq/topic/31
Pemakaian masker hanya bagi orang yang memiliki gejala infeksi pernapasan (batuk atau bersin), mencurigai infeksi COVID-19 dengan gejala ringan, mereka yang merawat orang yang bergejala seperti demam dan batuk, dan para petugas kesehatan.

Cara yang paling efektif untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan COVID-19 adalah mencuci tangan secara teratur, tutup mulut saat batuk dengan lipatan siku atau tisu, dan jaga jarak minimal satu meter dari orang yang bersin atau batuk.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Ya, aman. Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus COVID-19. Dari pengalaman dengan coronavirus lain, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada benda mati, seperti surat atau paket.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus COVID-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Tidak, antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Oleh karena COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis COVID-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.
Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
COVID-19 disebabkan oleh salah satu jenis virus dari keluarga besar Coronavirus, yang umumnya ditemukan pada hewan. Sampai saat ini sumber hewan penular COVID-19 belum diketahui, para ahli terus menyelidiki berbagai kemungkinan jenis hewan penularnya.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Tidak. Hingga saat ini penelitian menyebutkan bahwa virus penyebab COVID-19 ditularkan melalui kontak dengan tetesan kecil (droplet) dari saluran pernapasan.

Sumber : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Saat ini WHO menilai bahwa risiko penularan dari seseorang yang tidak bergejala COVID-19 sama sekali sangat kecil kemungkinannya. Namun, banyak orang yang teridentifikasi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan, atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan periode penularan atau masa inkubasi COVID-19. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.
Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.
Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Sumber : https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara
COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5%), walaupun jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibanding SARS. COVID-19 juga memiliki penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.

Sumber :https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#Apakah_virus_penyebab_COVID-19_dapat_ditularkan_melalui_udara

KONTAK

CONTACT CENTER CORONA VIRUS

layanan@tangerangkota.go.id
KEGAWAT DARURATAN
Emergency Call

112

( BEBAS PULSA / TOLL FREE )